KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo mendampingi Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meninjau lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Stadion Gelora Putera Sang Fajar di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Senin (19/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lahan sekaligus mengkaji sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan dalam rencana pembangunan stadion, termasuk struktur tanah, akses menuju lokasi, dan aspek teknis konstruksi.
Sujiwo mengatakan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan stadion tersebut memiliki luas sekitar 20 hektare. Menurut dia, kondisi lahan cukup baik dan telah disiapkan untuk mendukung rencana pembangunan fasilitas olahraga tersebut.
“Saya masih mendampingi Pak Ketua Komisi V untuk melihat lokasi yang rencana akan diperjuangkan oleh beliau, pembangunan Stadion Gelora Putera Sang Fajar. Kita sudah siap areanya 20 hektar yang lahannya cukup bagus,” kata Sujiwo.
Sementara itu, Lasarus mengatakan, penentuan lokasi pembangunan stadion perlu didasarkan pada hasil kajian terlebih dahulu. Ia menyebut struktur tanah dan akses menuju lokasi menjadi sejumlah aspek penting yang harus diperhatikan.
“Struktur tanahnya sendiri ya ini mendukung apa tidak, kemudian akses menuju lokasi ini itu beberapa hal penting. Ayo kita biarkanlah ini dulu berjalan, biar studi dulu kita simpulkan di mana titik yang paling ideal,” ujar Lasarus.
Lasarus menilai, lahan seluas sekitar 20 hektare tersebut cukup untuk dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan stadion. Namun, persoalan akses jalan menuju lokasi masih menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diperhatikan.
“Kalau lahan sini cukup ya, ada 20 hektar ya cukup. Soal akses saya pikir tinggal kita modifikasi saja. Yang penting kan jalan enggak ada,” tuturnya.
Ia menegaskan, kajian akan menjadi dasar untuk menentukan lokasi pembangunan yang paling ideal. Menurut Lasarus, keputusan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi lahan dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh.
Rencana pembangunan Stadion Gelora Putera Sang Fajar diharapkan dapat menambah fasilitas olahraga di Kabupaten Kubu Raya sekaligus mendukung pembinaan dan pengembangan prestasi atlet di daerah.
Untuk tahap selanjutnya, hasil kajian akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan titik pembangunan stadion serta kebutuhan infrastruktur pendukungnya.
Penulis: Mahasiswi IAIN Pontianak, Haya Syakira

