KAPUAS HULU — Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyiapkan strategi pelaksanaan Festival Lestari 2026 dengan mempertimbangkan kebakaran hutan dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Festival yang semula dijadwalkan pada September kini direncanakan berlangsung pada 4–7 November 2026.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kapuas Hulu membahas penyesuaian tersebut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dalam rapat koordinasi daring pada 30 September 2026.
Rapat yang berlangsung di kantor Bapperida Kapuas Hulu itu membahas kesiapan penyelenggaraan festival di tengah kondisi lingkungan yang belum kondusif.
Kebakaran hutan dan kabut asap di Pontianak, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu menjadi perhatian dalam menentukan langkah lanjutan.
Penyesuaian jadwal mengacu pada surat Ketua Dewan Pengurus Anggota LTKL Nomor 121/IX/LTKL/S/2026. Penyelenggara mempertimbangkan kondisi lapangan, keselamatan peserta, serta kelancaran kegiatan.
Kepala Bapperida Kapuas Hulu Muhammad Kharbi, Asisten II Sekretariat Daerah Kapuas Hulu Triwati, perwakilan OPD, dan LTKL mengikuti pembahasan tersebut. Koordinasi lintas sektor diharapkan menghasilkan acuan bersama untuk pelaksanaan festival.
Festival Lestari merupakan ruang kolaborasi pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
Di Kalimantan Barat, agenda ini menghubungkan potensi ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan budaya masyarakat.
Namun, kesiapan penyelenggaraan festival kini juga bergantung pada perkembangan kebakaran hutan dan kabut asap.
Pemerintah dan penyelenggara akan menjadikan kondisi lingkungan sebagai pertimbangan dalam menentukan langkah pelaksanaan selanjutnya. (git)

