KAPUAS HULU — Warga Kalimantan Barat kini memiliki jalur transportasi darat baru menuju Sarawak, Malaysia. Trayek bus antarnegara Putussibau–Badau–Lubok Antu–Kuching resmi beroperasi pada Rabu, 7 Oktober 2026, untuk memperkuat konektivitas masyarakat di kawasan perbatasan.
Layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) ini menghubungkan Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu dengan Kuching, ibu kota Sarawak, melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau dan pintu perbatasan Lubok Antu.
Kehadiran trayek tersebut membuka peluang perjalanan yang lebih mudah bagi warga untuk keperluan keluarga, pendidikan, perdagangan, hingga aktivitas ekonomi lintas negara.
Pengoperasian rute ini merupakan tindak lanjut Sidang ke-39 Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak, khususnya dalam kerja sama ekonomi, perdagangan, dan perhubungan.
Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi mengatakan layanan tersebut diharapkan memperkuat hubungan masyarakat di kedua wilayah sekaligus membuka peluang usaha baru.
Namun, manfaat trayek ini akan bergantung pada kualitas layanan. Kepastian jadwal, keterjangkauan tarif, keamanan, dan kenyamanan menjadi faktor penting agar masyarakat benar-benar memanfaatkan jalur transportasi tersebut.
Selain mempermudah mobilitas penumpang, konektivitas Putussibau–Kuching berpotensi mendukung perdagangan dan pariwisata di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.
Pemerintah dan operator transportasi kini menghadapi tantangan untuk memastikan layanan berjalan konsisten dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar jalur perbatasan.
Beroperasinya trayek ini menjadi langkah baru dalam menghubungkan dua wilayah bertetangga.
Dampak ekonominya akan ditentukan oleh kemudahan akses, biaya perjalanan, serta kemampuan masyarakat memanfaatkan konektivitas lintas negara tersebut. (git)

