KAPUAS HULU — Jembatan gantung di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, hampir rampung.
Infrastruktur senilai Rp11,7 miliar dari APBN 2026 ini segera difungsikan untuk mempermudah mobilitas warga, termasuk akses menuju sekolah dan kantor desa.
Jembatan dengan bentang 100 meter dan lebar 1,8 meter itu menjadi penghubung penting bagi masyarakat Desa Tanjung Karang dan wilayah di seberangnya.
Keberadaan jembatan diharapkan memangkas hambatan transportasi warga yang membutuhkan akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan pemerintahan.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan memastikan pembangunan fisik jembatan telah memasuki tahap akhir.
Ia menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung lokasi pembangunan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
“Progres pembangunannya hampir selesai. Sebentar lagi jembatan ini akan bisa digunakan untuk masyarakat yang ada di Desa Tanjung Karang dan sekitarnya,” kata Fransiskus.
Menurut dia, jembatan tersebut dibutuhkan karena di wilayah seberang terdapat sekolah, kantor desa, serta sejumlah permukiman yang terhubung dengan jalur tersebut.
Akses yang lebih mudah diharapkan membantu aktivitas harian masyarakat, terutama pelajar dan warga yang mengurus keperluan administrasi pemerintahan.
Pembangunan jembatan ini didanai APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Fransiskus menyebut realisasi proyek tersebut juga berkaitan dengan usulan pemerintah daerah yang disampaikan melalui Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI.
Meski pembangunan fisiknya hampir selesai, jembatan tersebut baru dapat dimanfaatkan masyarakat setelah dinyatakan siap beroperasi.
Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga di sekitar Desa Tanjung Karang. (git)

