BADAU, KAPUAS HULU — Pengawasan perbatasan Indonesia–Malaysia di Badau diperketat. Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau menggelar penguatan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) lintas instansi untuk menutup celah pelintas ilegal dan aktivitas lintas batas tanpa dokumen.
Kegiatan ini menegaskan satu hal: perbatasan tidak bisa dijaga sendiri. Imigrasi menggandeng TNI, Polri, Bea Cukai, pemerintah daerah, dan unsur terkait lain dalam satu komando pengawasan terpadu.
Fokus utama Timpora adalah mengawasi jalur-jalur tidak resmi yang selama ini menjadi titik rawan keluar-masuk orang tanpa prosedur keimigrasian. Patroli dan koordinasi intelijen diperkuat di titik-titik strategis Kecamatan Badau yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Pihak Imigrasi Putussibau menyebut penguatan sinergi ini bukan kegiatan seremonial, melainkan agenda rutin untuk menekan pelanggaran keimigrasian, penyelundupan, hingga potensi ancaman keamanan di wilayah perbatasan.
Dengan kondisi geografis yang sulit dan banyaknya jalur tikus, aparat menilai kerja lintas instansi menjadi kunci utama menjaga kedaulatan negara di garis terdepan.
Pengawasan diperketat seiring meningkatnya dinamika mobilitas lintas batas di kawasan Kapuas Hulu yang menjadi salah satu pintu strategis Indonesia di Kalimantan Barat. (git)


