JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Gulam Mohamad Sharon mendukung inovasi mahasiswa yang mengembangkan teknologi penguraian sampah organik menggunakan mikro-organisme.
Ia menilai metode ini berpotensi menjadi solusi atas lonjakan sampah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dukungan itu disampaikan Sharon saat menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PT NU) dan SEMA PT KIN di Ruang Rapat Komisi XII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Menurut Sharon, pemanfaatan bakteri untuk mengurai sampah organik dapat mempercepat proses pengelolaan limbah dalam skala besar.
“Penggunaan mikro-organisme ini mampu menguraikan sampah organik jauh lebih cepat. Ini menarik dan perlu ditindaklanjuti dengan riset yang serius,” kata politikus Partai NasDem itu.
Ia menyebut volume sampah organik dari program MBG sangat besar dan membutuhkan pendekatan yang efisien serta berkelanjutan.
Inovasi berbasis mikro-organisme dinilai dapat menjawab tantangan tersebut sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Sharon menambahkan, hasil penguraian sampah tidak hanya berujung pada pengurangan limbah, tetapi juga berpotensi menghasilkan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi.
“Kalau riset ini berhasil, dampaknya luas. Bukan hanya lingkungan, tapi juga membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Barat II itu menegaskan Komisi XII DPR RI siap memberikan dukungan sepanjang penelitian dilakukan secara serius dan menghasilkan temuan yang berkualitas.
Komisi XII, kata Sharon, akan terus mendorong riset dan inovasi mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sampah organik sebagai solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan. (del)


