JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Desy Ratnasari menyoroti minimnya keterlibatan prajurit perempuan dalam peran operasional di Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad).
Ia menyebut tidak adanya penerbang perempuan sebagai catatan serius dalam pengawasan DPR terhadap pengelolaan sumber daya manusia TNI.
“Dari tadi saya cukup sedih karena tidak melihat adanya penerbang perempuan, atau bahkan tidak ditampilkan sama sekali,” kata Desy, Kamis (22/1/2026).
Desy menilai absennya perempuan dalam posisi strategis seperti penerbang menunjukkan masih terbatasnya ruang dan kesempatan karier bagi prajurit perempuan di lingkungan TNI AD.
Padahal, menurut dia, keterlibatan perempuan dalam satuan penerbangan penting untuk mencerminkan profesionalisme dan prinsip kesetaraan dalam pembinaan personel.
Ia juga mengkritik pola penugasan prajurit perempuan yang dinilai masih terjebak pada stereotip fungsi administratif dan pendukung.
Meski jumlah perempuan di Puspenerbad cukup banyak, Desy tidak melihat mereka terlibat dalam peran operasional.
“Perempuan sering diarahkan ke keuangan, administrasi, atau konsumsi. Saya tidak melihat mereka mengenakan atribut operasional seperti yang lain,” ujarnya.
Kondisi tersebut, kata Desy, memunculkan pertanyaan mengenai kejelasan jalur karier prajurit perempuan, terutama bagi mereka yang memiliki minat dan kemampuan di bidang penerbangan militer.
Ia menegaskan pembinaan karier seharusnya memberikan kesempatan yang setara tanpa membedakan gender.
Melalui kunjungan kerja ini, Komisi I DPR RI menyatakan akan mengawal kebijakan pengembangan sumber daya manusia TNI agar lebih inklusif.
Isu keterlibatan prajurit perempuan, termasuk di Puspenerbad, akan menjadi agenda pengawasan lanjutan dalam pembahasan dengan pimpinan TNI. (del)


