Beranda / Berita / Peristiwa / Sujiwo Soroti Belum Tuntasnya ...
Peristiwa

Sujiwo Soroti Belum Tuntasnya Penanganan Parkir dan Sampah di Pasar Bahagia

24 Juni 2026
3 menit membaca
Jaka Iswara
Sujiwo Soroti Belum Tuntasnya Penanganan Parkir dan Sampah di Pasar Bahagia

Bupati Kubu Raya Sujiwo saat meninjau langsung kondisi Pasar Bahagia, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (24/6/2026). FOTO: Prokopim KKR

Bagikan:

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo menyoroti belum optimalnya penanganan persoalan parkir dan sampah di Pasar Bahagia, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Saat meninjau langsung kondisi pasar, Rabu (24/6/2026), ia meminta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti berbagai keluhan pedagang dan masyarakat agar pasar rakyat tersebut semakin nyaman, tertata, dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

Pada peninjauan tersebut, Sujiwo didampingi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Agus Sudarmansyah, Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya Supratman, Direktur Perumda Aneka Usaha Uray Emma Yaniaries, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Kubu Raya.

Bupati Sujiwo pun menegaskan pentingnya penataan kawasan pasar agar mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Salah satu kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian adalah penyediaan lahan parkir dan lokasi penempatan bak sampah.

"Kenapa area ini kita perlukan? Inilah untuk area parkir, sekaligus untuk meletakkan bak sampah. Kalau tidak ada areanya, bagaimana bak sampah bisa masuk? Truk pengangkut sampah juga harus bisa masuk," kata Sujiwo.

Ia mengaku persoalan sampah dan parkir merupakan keluhan yang berulang kali disampaikan masyarakat melalui berbagai saluran pengaduan, termasuk layanan Halo Bupati.

Karena itu, ia meminta dinas terkait lebih aktif melakukan komunikasi dan pemetaan persoalan yang terjadi di lingkungan pasar. Menurutnya, berbagai masalah teknis yang muncul seharusnya sudah lebih dulu ditangani tanpa harus menunggu intervensi langsung dari kepala daerah.

"Saya melihat seharusnya bidang teknis melakukan komunikasi dan menginput persoalan-persoalan pedagang, persoalan parkir, maupun persoalan lainnya di lingkungan pasar. Hal-hal seperti ini mestinya segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti," ujarnya.

Sujiwo kemudian meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah segera berkomunikasi dengan pemilik lahan yang berada di sekitar pasar. Menurutnya, lahan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai area parkir yang lebih luas melalui skema kerja sama.

"Setahu saya pemilik lahannya sangat welcome untuk bekerja sama. Tinggal bagaimana nanti pola kerja samanya, termasuk bagi hasil dari parkir. Yang penting kita mendapatkan area parkir yang memadai sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan," katanya.

Ia bahkan menyindir lambannya respons sejumlah pihak terhadap persoalan yang sudah berulang kali dilaporkan.

"Kalau memang harus saya yang mengomunikasikan, ya akan saya cari sendiri orangnya. Sekalian saya merangkap sebagai kepala dinas dan merangkap sebagai kabid. Karena ini sudah berulang kali dan belum ada follow up yang maksimal," tegasnya.

Menurut Sujiwo, pembenahan Pasar Bahagia tidak hanya bertujuan menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi langkah strategis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyebut sektor pasar memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara optimal.

"Tahun lalu saja dari dua pasar bisa menghasilkan lebih dari Rp400 juta. Kalau pasar ini kita upgrade, kita maksimalkan, pedagang bertambah dan suasananya nyaman, tentu pengunjung dan pembeli juga akan meningkat," ujarnya.

Peningkatan jumlah pengunjung, lanjut dia, akan berdampak langsung pada kenaikan retribusi pasar. Pendapatan tersebut nantinya akan dikembalikan untuk memperbaiki fasilitas pasar sehingga tidak membebani sumber pendapatan daerah lainnya.

"Retribusi itu akan kita kembalikan lagi ke pasar. Dari situlah kita lakukan perbaikan demi perbaikan sampai pasar ini benar-benar layak dan nyaman," katanya.

Sujiwo menegaskan, tujuan utama pemerintah daerah adalah menghadirkan pasar rakyat yang bersih, tertata, dan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Ia berharap seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti hasil peninjauan agar berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang dan konsumen dapat segera teratasi.

"Sekali lagi, kita ingin menciptakan pasar yang layak. Pedagang harus semangat berjualan dan dagangannya laku keras. Kalau ingin pembeli maksimal, pengunjung maksimal, maka kita harus menyiapkan pasar yang layak dan nyaman," ujar Sujiwo.

 

 

Tag:

Kubu RayaSujiwopasarbahagiaparkirsampah