JAKARTA - Biaya pendaftaran masuk Politeknik Keuangan Negara STAN tembus Rp300 ribu.
Angka itu, kata anggota DPR Puteri Anetta Komarudin, bukan sekadar angka di kertas, tapi jurang yang bisa meruntuhkan mimpi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama LPDP dan Direktur PKN STAN di Gedung Nusantara I, Senayan, Selasa, (16 /9/2025), Puteri Anetta menyoroti kebijakan biaya Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) STAN yang dinilainya terlalu tinggi.
“Bayangkan, biaya tes di STAN Rp300 ribu per orang, lebih mahal daripada UTBK yang hanya Rp200 ribu.
Padahal banyak keluarga dengan penghasilan harian bahkan tidak sampai Rp300 ribu,” ujar legislator dari Fraksi Golkar itu.
Puteri, yang akrab disapa Putkom, mendorong agar kebijakan tersebut ditinjau ulang.
Ia menekankan pentingnya afirmasi bagi keluarga prasejahtera, termasuk opsi penghapusan biaya pendaftaran.
“Kalau bisa digratiskan untuk keluarga tidak mampu, itu akan membuka pintu bagi banyak anak cerdas untuk keluar dari jerat kemiskinan,” katanya.
Legislator dari Dapil Jawa Barat VII itu menambahkan, penghapusan biaya ujian bisa menjadi bentuk nyata dukungan negara dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang adil dan merata.
Bagi Puteri, Rp300 ribu bukan hanya soal angka. Ia adalah perbedaan tipis antara mimpi yang melesat ke kampus elite keuangan negara atau kandas di meja pendaftaran. (git)


