KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda dua kecamatan: Sungai Raya dan Sungai Kakap sejak Rabu (2/7/2025). Tim gabungan dari berbagai instansi kini berjibaku memadamkan api yang melahap belasan hektare lahan.
Di Kecamatan Sungai Raya, si jago merah berkobar di kawasan Parit Derabak hingga Parit Sembin, Dusun Sungai Seribu, Desa Parit Baru. Diperkirakan, sekitar 10 hektare lahan telah hangus terbakar di lokasi ini.
Tak jauh berbeda, Kecamatan Sungai Kakap juga tak luput dari amukan api. Karhutla terjadi di Parit Buluh, Dusun Kenanga, Desa Punggur Kecil, dengan perkiraan luasan areal yang terbakar mencapai lima hektare.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Kubu Raya, Satuan Brimob Polda Kalbar, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA), terus berjuang melakukan pemadaman. Namun, kendala yang dihadapi adalah pasokan air.
"Kendala utama pemadaman adalah pasokan air," kata AKBP Kadek Ary Mahardika.
Meski begitu, penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh: mulai dari deteksi dini, pemadaman, penyekatan, hingga pendinginan di lokasi rawan terbakar.
"Petugas di lapangan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan verifikasi terhadap titik hotspot serta menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," jelasnya.
Kapolres Kubu Raya kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya pencegahan. "Kami mengajak semua pihak, khususnya masyarakat, untuk lebih peduli terhadap dampak kebakaran lahan.
“Jangan bakar lahan sembarangan, apalagi di tengah musim kemarau seperti saat ini," ajaknya.
Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga Kubu Raya untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah karhutla yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.


