KALBAR — Jembatan Gantung Tanjung Karang di Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, rampung dibangun.
Infrastruktur senilai Rp11,7 miliar itu kini membuka akses lebih aman bagi pelajar dan warga yang sebelumnya harus menyeberangi sungai menggunakan perahu.
Pembangunan jembatan sepanjang 100 meter dengan lebar 1,8 meter tersebut menghubungkan Desa Tanjung Karang, Padua, hingga Datah Diaan.
Proyek ini dikerjakan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears contract) periode 2025–2026 dengan anggaran Rp11,7 miliar.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengatakan pembangunan jembatan telah mencapai 100 persen.
Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut penting untuk mengurangi risiko warga, terutama anak sekolah dan guru, saat menyeberangi sungai yang arusnya deras ketika banjir.
Sebelumnya, pelajar dan masyarakat harus menggunakan perahu untuk mencapai sekolah maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menjadi risiko tersendiri ketika debit air sungai meningkat.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengatakan jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak mereka saat berangkat dan pulang sekolah.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Chandra Syah Parmance, menjelaskan jembatan tersebut memiliki fondasi full pile dengan kapasitas beban maksimal 2 ton atau sekitar 40 orang.
Ia mengingatkan masyarakat agar mematuhi batas kapasitas jembatan untuk menjaga keselamatan pengguna dan ketahanan konstruksi.
Lasarus bersama Fransiskus Diaan meninjau jembatan tersebut pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Dalam kunjungan itu, mereka juga berdialog dengan pelajar dan guru yang melintasi jembatan.
Rampungnya proyek ini menjadi langkah penting membuka keterisolasian akses antardesa.
Namun, manfaat pembangunan selanjutnya akan ditentukan oleh pemeliharaan infrastruktur dan kemudahan warga memanfaatkannya secara berkelanjutan. (git)

