KUBU RAYA - Optimisme terhadap masa depan pertanian jagung di Kabupaten Kubu Raya kian menguat. Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan, potensi jagung yang dimiliki daerahnya diyakini mampu menjadi salah satu penopang utama program ketahanan pangan nasional.
Optimisme itu disampaikan Sukiryanto usai menghadiri panen raya jagung serentak kuartal IV yang digelar di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kamis (8/1/2026). Panen raya tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto.
Menurut Sukiryanto, Kalimantan Barat masih menyimpan potensi lahan jagung yang sangat besar. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kata dia, siap berada di garda terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi pemerintah pusat bersama Polri.
“Kalimantan Barat ini masih ada potensi hingga seratus ribu hektare. Kami dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terdepan untuk membantu dan mendampingi Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, serta Pak Kapolres Kubu Raya dalam program ketahanan pangan,” tegas Sukiryanto.
Ia juga menyoroti peluang besar dari pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang selama ini belum dioptimalkan. Dari hasil pendataan, terdapat sekitar 78 ribu hektare lahan HGU yang tersebar di 27 perusahaan dan belum digarap maksimal.
“Sebenarnya secara undang-undang, apabila HGU tidak ditanami selama lima tahun, maka pemerintah daerah atas nama negara dapat mengalihfungsikannya kembali untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika mengungkapkan capaian konkret program ketahanan pangan di wilayah Kubu Raya. Sepanjang 2025, kontribusi Kubu Raya terhadap penyetoran jagung ke Bulog dinilai cukup signifikan.
“Dari target Kalimantan Barat ke Bulog sekitar 1.600 ton, Kubu Raya sudah menyetor jagung pipil kering sebanyak 117 ton. Itu jumlah yang cukup banyak,” ujarnya.
Kapolres juga mengonfirmasi keberhasilan program pendampingan pertanian di tingkat desa yang dijalankan secara masif bersama pemerintah daerah.
“Target satu desa satu hektare di Kabupaten Kubu Raya hampir semuanya sudah terpenuhi,” katanya.
Panen raya jagung ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan optimalisasi lahan dan pendampingan berkelanjutan, Kubu Raya diyakini mampu menjelma sebagai salah satu lumbung jagung strategis di Kalimantan Barat, sekaligus menopang kebutuhan pangan nasional ke depan. (dee)


