KETAPANG - Seorang pekerja asal Beijing, Tiongkok, tewas tertimpa material besi bangunan.
Lebih tepatnya saat hujan mengguyur area proyek smelter bauksit milik perusahaan investasi asal Cina, Hangzhou Jinjiang Group, di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (5/10/2025).
Insiden maut itu terjadi di area kerja PT Borneo Alumindo Prima, tepatnya di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Wilayah ini dikenal warga setempat dengan sebutan Padang 12—lokasi yang kini jadi sorotan setelah kejadian nahas menimpa tenaga kerja asing (TKA) asal Beijing tersebut.
Informasi awal mengenai kecelakaan kerja ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun Facebook bernama Rinto Rafa di grup "Ketapang Informasi".
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa korban tertimpa material besi proyek saat hujan deras tengah mengguyur kawasan proyek.
Unggahan itu disertai foto ambulans yang disebut tengah mengangkut jenazah korban dari lokasi kejadian.
“Katanya tertimpa besi pas hujan, proyek smelter di Padang 12,” tulis akun Rinto Rafa dalam postingannya.
Proyek smelter tempat korban bekerja merupakan bagian dari investasi Hangzhou Jinjiang Group, perusahaan asal Tiongkok yang sedang mengembangkan pengolahan bauksit di Kalimantan Barat.
Meski begitu, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai kronologi dan identitas lengkap korban.
Kepolisian dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ketapang juga belum memberikan keterangan resmi ihwal kejadian tersebut.
Belum diketahui apakah ada unsur kelalaian dalam insiden yang merenggut nyawa pekerja asing ini.
Kematian tragis TKA asal Beijing ini kembali menyorot isu keselamatan kerja di proyek-proyek besar yang melibatkan tenaga kerja asing dan investasi asing.
Padang 12 kini bukan hanya dikenal sebagai kawasan industri, tapi juga sebagai lokasi kecelakaan kerja yang menyisakan duka dan tanda tanya.(sri)


