Beranda / Berita / MBG / NU DKI Sebut Food Tray MBG Men...
MBG

NU DKI Sebut Food Tray MBG Mengandung Babi, Tidak Halal Walau Telah Disterilkan

19 September 2025
12 menit membaca
Admin
NU DKI Sebut Food Tray MBG Mengandung Babi, Tidak Halal Walau Telah Disterilkan

Makan Bergizi Gratis. FOTO :IST

Bagikan:

JAKARTA - Nampan makan gratis itu tiba-tiba jadi kontroversi. Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta mengklaim menemukan kandungan minyak babi dalam food tray impor asal China untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah buru-buru membantah.

Wakil Sekretaris RMI-NU DKI Jakarta, Wafa Riansah, mengatakan pihaknya telah melakukan pengujian food tray di dua laboratorium di China. Hasilnya, pelumas pada wadah logam itu disebut mengandung lemak babi.

“Kami tes di China di dua tempat, itu semuanya menyatakan positif ada kandungan minyak babi atau lemak babi. Jadi makanya hari ini kita laporkan di Kementerian Perdagangan, hasil lab ada,” kata Wafa, Kamis, (18/9/2025) dikutip cna.id.

Meski mendukung penuh Program MBG sebagai prioritas Presiden Prabowo Subianto, RMI-NU menolak penggunaan food tray yang dianggap tidak halal.

Ketua RMI-NU DKI Jakarta, Rakhmad Zailani Kiki, menekankan bahwa kandungan minyak babi dalam food tray bermasalah bukan hanya dari sisi kehalalan, tapi juga karena tidak memenuhi standar food grade.

“Kita paham ini program prioritas yang pengadaannya mendesak, sehingga impor dibuka. Tapi ke depan, perlu ada produsen dalam negeri yang mampu menyediakan food tray sesuai standar,” ujar Rakhmad.

Ia mendorong agar produk tersebut memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) sekaligus mendorong produsen lokal untuk menyediakan wadah yang halal dan aman.

Isu food tray berminyak babi pertama kali mencuat sejak akhir Agustus. Kala itu, laporan media menyebut produk impor dari China mengandung cairan berlapis, meski berlabel SNI. Produk ini bahkan dinilai tak cocok digunakan untuk makanan bercita rasa asam karena kadar mangan tinggi.

Bantahan Pemerintah

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membantah temuan tersebut. Ia menjelaskan minyak memang digunakan dalam proses stamping atau pencetakan food tray berbahan logam agar tak panas dan lebih mudah dicetak.

Namun, kata dia, minyak itu dibersihkan dan wadah direndam hingga steril sebelum digunakan.

“Minyak itu digunakan pada saat stamping supaya tidak panas dan mudah. Setelah dicetak, minyak dibersihkan dan direndam hingga steril,” kata Dadan.

Dadan juga memastikan bahwa minyak yang dipakai pabrik dalam negeri berbahan nabati, bukan babi.

Menurut dia, kebutuhan food tray untuk MBG mencapai 15 juta unit per bulan, sementara produksi dalam negeri baru bisa memenuhi 11,6 juta unit. Kekurangan pasokan itulah yang ditutup dengan impor dari China. (git)

 

Tag:

Wakil Sekretaris RMI-NU DKI JakartaWafa RiansahProgram MBGRabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulamafood tray impor food tray minyak babi