JAWA TENGAH - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semestinya menyehatkan, justru membuat perut ratusan siswa SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah bergejolak.
Sejak Kamis malam, 30 Oktober 2025, para siswa silih berganti ke toilet setelah menyantap menu siang yang sejatinya tampak menggugah: ayam rica-rica, tahu bakso, sayur putren, dan buah salak.
Sebelumnya di halaman SMKN 1 Kandeman, ratusan siswa berbaris menerima jatah MBG mereka. Tak ada yang curiga, tak ada yang menolak.
“Menunya enak, tidak ada rasa aneh,” kata Ratna Yuliana, 17 tahun, salah satu siswi kelas 12, dikutip akun TiTok BATANG UPDATE.
Namun, rasa nikmat itu berubah menjadi derita beberapa jam kemudian. Naila Azahra Maulida, teman sekelas Ratna, menceritakan malam penuh gejolak yang ia alami.
“Sampai rumah tidak ada keluhan. Saya tidur sekitar jam delapan malam, lalu jam sepuluh bangun karena perut mulas sekali. Setelah itu bolak-balik ke kamar mandi,” ujarnya.
Ia bahkan tak sempat tidur nyenyak hingga pagi karena perutnya terus “protes”.
Keesokan harinya, kabar serupa merebak cepat. Satu per satu siswa mengeluhkan hal yang sama: diare, mual, dan perut melilit.
Satu siswa bahkan sempat dirawat di RSUD Batang karena kondisinya memburuk, meski kini telah diperbolehkan pulang.
Kepala SMKN 1 Kandeman, Setiyanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, ia meminta agar publik menahan diri dari kesimpulan cepat.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium dari sampel muntahan siswa. Belum bisa dipastikan apakah ini akibat menu makan siang atau faktor lain,” katanya hati-hati saat ditemui Jumat, 31 Oktober 2025, dikutip metropekalongan.
Hingga kini, kegiatan belajar di sekolah masih berlangsung, namun dengan suasana penuh cemas.
Sebagian siswa memilih membawa bekal sendiri, sementara dapur program MBG untuk sementara dihentikan. (git)


