JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa disiplin kebersihan adalah kunci sukses program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Selasa lalu, ia menginstruksikan para guru dan Badan Gizi Nasional memastikan setiap anak sekolah memiliki akses sendok bersih, air layak, dan sabun sebelum menyantap makanan bantuan pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap aspek kebersihan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan fondasi utama untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah kasus keracunan di sekolah.
“Sebagai pemimpin dan orang tua, kita tidak boleh malas mengingatkan anak-anak tentang kebersihan,” ujar Prabowo dalam arahannya, Selasa, 22 Oktober 2024.
Ia menambahkan, meski makan dengan tangan adalah kebiasaan sebagian masyarakat, kebiasaan tersebut harus diiringi dengan cuci tangan menggunakan air bersih dan sabun.
Prabowo menginstruksikan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan ketersediaan sendok sederhana di sekolah-sekolah penerima program MBG, serta memastikan fasilitas cuci tangan berfungsi optimal.
“Sendok itu tidak terlalu mahal. Bagikan saja yang sederhana,” tegasnya.
Menurut Prabowo, peningkatan infrastruktur sanitasi menjadi komponen strategis dalam keberlanjutan program MBG.
Ia tak ingin program berskala nasional yang menyasar puluhan juta anak itu terganggu akibat kelalaian kecil dalam urusan kebersihan.
Hingga Oktober 2025, pemerintah mencatat terdapat 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur terpusat MBG yang telah beroperasi.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 32.000 unit demi menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Hari ini sudah 1,410 miliar porsi MBG dimasak dan dibagikan sejak 6 Januari 2025. Sebanyak 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menerima manfaatnya,” ujar Prabowo.
Dengan target menjadikan program MBG sebagai pondasi penurunan stunting dan peningkatan kualitas generasi muda, Prabowo menekankan bahwa nutrisi tidak hanya soal pangan, tetapi juga soal perilaku.
“Gizi yang baik harus didampingi kebiasaan hidup bersih,” katanya.
Program ini, menurut Presiden, bukan sekadar memberi makan, tetapi membentuk bangsa yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (git)


