BADAU — Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan meminta generasi muda menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus globalisasi.
Pesan itu disampaikannya saat membuka Gawai Paroki St. Montfort Badau ke-IV 2026 di Kecamatan Badau, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Fransiskus, budaya Dayak tidak boleh hanya menjadi simbol atau tontonan tahunan. Generasi muda harus memahami bahasa daerah, seni tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai leluhur yang diwariskan turun-temurun.
"Jangan malu jadi orang Dayak. Generasi muda harus bangga terhadap identitas budayanya," kata Fransiskus.
Gawai Paroki St. Montfort Badau Tahun 2026 mengusung tema Bejalai Segulai, Mansang ke Menua, Maju ke Bansa.
Kegiatan ini menjadi wadah syukur umat sekaligus ruang pelestarian budaya Dayak di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Fransiskus menilai perpaduan nilai budaya dan religius dalam gawai menjadi modal sosial penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat di kawasan perbatasan.
Sebagai kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Badau disebut memiliki posisi strategis sebagai wajah Indonesia di beranda depan negara.
Karena itu, masyarakat diminta terus menjaga kerukunan, gotong royong, dan kelestarian budaya.
"Badau adalah etalase negara. Jika masyarakatnya rukun dan budayanya tetap hidup, citra Indonesia juga akan baik di mata negara tetangga," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, kegiatan budaya dapat menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Gawai bukan sekadar seremonial. Jika dikelola baik, kegiatan budaya bisa menggerakkan UMKM, sanggar seni, dan ekonomi masyarakat," katanya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, kata Fransiskus, berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat sekaligus penguatan ekonomi daerah.
Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari misa syukur, pameran budaya, lomba seni tradisional hingga bazar UMKM yang diperkirakan akan dihadiri ribuan warga dari wilayah Badau dan sekitarnya. (git)


