Beranda / Berita / Daerah / Bupati Sujiwo Ajak Warga Menun...
Daerah

Bupati Sujiwo Ajak Warga Menundukkan Diri, Shalat Istisqa Jadi Ikhtiar Menjemput Hujan

9 September 2026
2 menit membaca
Admin
Bupati Sujiwo Ajak Warga Menundukkan Diri, Shalat Istisqa Jadi Ikhtiar Menjemput Hujan

Pelaksanaan shalat Istisqa di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (9/9/2026). FOTO: PROKOPIM KUBU RAYA

Bagikan:

KUBU RAYA - Di tengah kemarau panjang yang belum juga berkesudahan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengajak masyarakat kembali menundukkan diri kepada Sang Pencipta. Ikhtiar tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan shalat Istisqa di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (9/9/2026).

Shalat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk doa dan permohonan agar Allah SWT segera menurunkan hujan untuk mengakhiri kemarau yang berdampak pada kekeringan dan keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah.

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan rasa syukurnya karena pelaksanaan shalat Istisqa dapat berlangsung dengan melibatkan para ulama, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur masyarakat.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kami di halaman Kantor Bupati bisa melaksanakan shalat Istisqa sebagai bentuk upaya, usaha, dan ikhtiar kami,” kata Sujiwo.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para kiai dan ulama yang turut hadir dan bersama-sama menggelar doa. Di antaranya Kiai Abdul Salam, Kiai Zamroni, Kiai Sudi, dan Kiai Jalaluddin.

Menurut Sujiwo, manusia hanya mampu berikhtiar, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan Allah SWT. Ia pun mengajak seluruh masyarakat memperbanyak doa dan bermunajat.

“Allah itu Maha Segalanya. Kalau Allah menghendaki, kapan saja bisa turun. Dengan kita menghamba, kita menghinakan diri kita, sujud, kita bermunajat bersama-sama,” ujarnya.

Sujiwo juga menyinggung hujan yang sempat turun beberapa waktu lalu. Menurut dia, hujan tersebut merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, ikhtiar manusia melalui teknologi tetap tidak terlepas dari kehendak Allah SWT.

“Walaupun OMC dilakukan rekayasa dan modifikasi, kalau Allah tidak mengizinkan menjadi curah hujan, juga tidak akan menetes itu hujan. Tapi karena Allah berkehendak, maka akhirnya juga ada,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh berhenti berikhtiar menghadapi kondisi tersebut. Terlebih, personel TNI, Polri, relawan, pihak swasta, dan pemerintah daerah telah lebih dari dua bulan berjibaku menangani dampak kemarau.

“Memang cukup melelahkan. Kasihan juga teman-teman TNI, Polri, relawan swasta, kemudian pemerintah, semuanya yang sekarang ada di lapangan. Sudah dua bulan lebih mereka berjibaku siang dan malam,” kata Sujiwo.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama melalui shalat Istisqa menjadi jalan bagi turunnya hujan dan berakhirnya masa sulit yang dirasakan masyarakat.

“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya agar kiranya Allah segera turunkan hujan untuk menolong kita,” ujar Sujiwo. (jek)

Tag:

Kubu RayaSujiwohujanshalatistisqa