Beranda / Berita / Daerah / Api Belum Padam, Semangat BPBD...
Daerah

Api Belum Padam, Semangat BPBD Kubu Raya Diminta Tetap Membara

26 Agustus 2026
3 menit membaca
Admin
Api Belum Padam, Semangat BPBD Kubu Raya Diminta Tetap Membara

Bupati Kubu Raya Sujiwo saat memimpin apel rutin jajaran BPBD Kabupaten Kubu Raya di Halaman Masjid Al-Isra, Kompleks Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (26/8/2026). (Jaka Iswara)

Bagikan:

KUBU RAYA - Kemarau panjang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di tengah kondisi tersebut, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan pemadam kebakaran (damkar) diminta tidak mengendurkan kewaspadaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya Sujiwo saat memimpin apel rutin jajaran BPBD Kabupaten Kubu Raya di Halaman Masjid Al-Isra, Kompleks Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga memberikan bantuan pribadi berupa baju kaos dan paket sembako kepada seluruh jajaran BPBD sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Sujiwo mengatakan, para personel BPBD dan relawan damkar telah bekerja keras selama hampir dua bulan terakhir untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah Kubu Raya. Kondisi tersebut semakin menantang karena wilayah Kubu Raya masih menghadapi kemarau yang cukup panjang.

“Per hari ini sudah 51 hari tidak hujan, kemarau. Maka kita hanya bisa berikhtiar, berjuang, bekerja secara maksimal. Saya harus berikan apresiasi dan penghargaan, saya harus membersamai mereka supaya lebih semangat lagi,” kata Sujiwo.

Menurut dia, penanganan bencana merupakan tugas utama pemerintah. Karena itu, jajaran BPBD harus menjadi garda terdepan dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, dengan tetap membangun sinergi bersama TNI, Polri, dan para relawan dari pihak swasta.

“Ketika TNI-Polri, relawan swasta sudah melakukan hal yang luar biasa, kita harus lebih luar biasa,” ujarnya.

Sujiwo juga meminta jajaran BPBD segera memetakan kembali titik-titik yang berpotensi mengalami peningkatan intensitas asap. Ia menyebut kondisi di sekitar kawasan Bandara Supadio hingga wilayah Rasau Jaya menjadi perhatian di tengah semakin panjangnya musim kemarau.

Di sisi lain, Sujiwo menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap personel BPBD dan Satpol PP akan terus diberikan. Menurut dia, kedua organisasi perangkat daerah tersebut memiliki karakter tugas yang berbeda karena personelnya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan.

“BPBD, Satpol PP ini salah satu OPD yang mendapatkan perlakuan khusus. Karena memang tugas-tugas mereka ini tugasnya agak khusus. Maka saya perlakukan khusus juga. Saya berikan atensi, saya berikan perhatian secara maksimal,” katanya.

Ia mengakui masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan kinerja BPBD. Karena itu, Sujiwo meminta jajaran pimpinan BPBD menyusun rancangan penguatan kinerja sehingga dukungan pemerintah terhadap lembaga tersebut dapat dilakukan secara lebih luas.

Selain dukungan kelembagaan, Sujiwo mengatakan dirinya memilih turun langsung ke lapangan sebagai bentuk empati kepada para petugas yang berjibaku memadamkan api. Baginya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memberikan instruksi dari balik meja.

“Kenapa saya selalu membersamai? Saya ingin berempati, saya ingin merasakan apa, seperti apa sih capeknya, lelahnya, menderitanya, sakitnya memadamkan api. Saya merasakan. Pemimpin itu harus mempunyai empati,” tuturnya.

Kehadiran pimpinan di lapangan, lanjut Sujiwo, juga diharapkan mampu menularkan semangat kepada personel. Ia bahkan mengaku beberapa kali ikut langsung dalam proses pemadaman.

“Saya nyiram beneran. Saya pernah lima jam. Lima jam tidak turun nosel saya. Jadi, saya memang benar-benar turun langsung memadamkan,” katanya.

Untuk menghadapi kemarau yang masih berlangsung, Sujiwo juga mengajak seluruh pihak terus berikhtiar sembari memanjatkan doa agar hujan segera turun. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana melaksanakan shalat istisqa sebagai bagian dari ikhtiar spiritual menghadapi kemarau panjang.

“Kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan Allah segera turunkan hujan. Kita rencana juga akan melakukan sholat istisqa, termasuk di Mujahidin, kita juga akan lakukan nanti di Kubu Raya. Bersama-sama kita bermunajat kepada Allah,” ujar Sujiwo.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, serta para relawan swasta yang selama ini turut berjibaku dalam penanganan karhutla. Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur menjadi kekuatan penting untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman bencana.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan upaya penanggulangan karhutla akan terus diperkuat. Di tengah kemarau yang belum berakhir, kesiapsiagaan, kerja sama, dan kehadiran petugas di lapangan menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin. (jek)

 

Tag:

Kubu RayaSujiwoBPBDapiKarhutla