KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan disiplin aparatur sipil negara (ASN) harus lahir dari kesadaran dan tanggung jawab pribadi, bukan semata-mata karena adanya pengawasan dari atasan. Menurutnya, aparatur yang memiliki integritas akan tetap bekerja dengan baik meskipun tidak sedang diawasi.
Pesan tersebut disampaikan Sujiwo saat memimpin apel rutin jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kubu Raya di Halaman Masjid Al-Isra, Kompleks Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Sujiwo juga secara pribadi menyerahkan bantuan paket sembako kepada seluruh jajaran Satpol PP sebagai bentuk perhatian sekaligus apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas.
Bupati Sujiwo menegaskan apel tidak sekadar menjadi agenda rutin pemerintahan. Lebih dari itu, apel menjadi momentum untuk membangun komunikasi antara pimpinan dan aparatur sekaligus mengingatkan kembali tanggung jawab ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Tujuannya, pertama, seperti yang selalu saya sampaikan, saya ini sebagai Bupati, sebagai orang tua. Artinya, orang tua dengan anak-anaknya itu supaya tidak ada sekat. Saya harus nge-click ini sama seluruh ASN saya, sekaligus sebagai bentuk kita untuk sering mengingatkan tentang tanggung jawab ASN,” ujar Sujiwo.
Ia mengingatkan, negara telah memenuhi hak-hak ASN melalui gaji, tunjangan, maupun Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Karena itu, hak yang telah diterima aparatur harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban secara sungguh-sungguh.
“Saya mengingatkan, pertama, tentang kewajiban ASN. Ketika negara sudah melakukan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak ASN. ASN kan punya hak tuh. Haknya itu sudah dipenuhi semua ini: TPP, gaji, tunjangan,” katanya.
Menurut Sujiwo, kinerja Satpol PP Kubu Raya saat ini telah menunjukkan perubahan yang signifikan. Ia mengapresiasi peningkatan tersebut, namun meminta jajaran tidak cepat berpuas diri karena masih terdapat ruang yang luas untuk melakukan perbaikan dan optimalisasi.
“Perubahan kinerja Satpol PP Kabupaten Kubu Raya sangat drastis. Saya apresiasi peningkatannya luar biasa. Tetapi itu masih ada ruang yang sangat tinggi, yang sangat luas, yang sangat besar dalam rangka optimalisasi kinerja,” tegasnya.
Ia meminta pimpinan organisasi hingga seluruh jajaran memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Setiap aparatur diharapkan mampu bekerja secara proaktif dan tidak selalu menunggu instruksi.
Sujiwo kemudian menekankan pentingnya membangun disiplin yang tumbuh dari dalam diri. Menurutnya, disiplin sejati bukanlah ketika seseorang bekerja karena takut diawasi atasan, melainkan ketika ia memiliki kesadaran untuk menjalankan kewajibannya.
“Disiplin tanpa harus diawasi. Namanya disiplin harus dilakukan dengan sepenuh hati, jangan karena diawasi. Tapi perlu diingat, ada Zat Yang Maha Mengetahui, yaitu Allah. Dua puluh empat jam Allah itu akan mengawasi kalian,” ujarnya.
Ia berharap nilai kedisiplinan tersebut menjadi budaya dalam keseharian ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Aparatur diminta tidak hanya bekerja ketika ada pimpinan, tetapi tetap menunjukkan kinerja terbaik kapan pun dan di mana pun bertugas.
Bagi Sujiwo, kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Karena itu, setiap ASN harus memahami bahwa jabatan dan fasilitas yang diberikan negara membawa konsekuensi berupa kewajiban untuk bekerja dan melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Apel tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi jajaran Satpol PP agar terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kedisiplinan, serta bekerja dengan kesadaran penuh. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat tidak bergantung pada ada atau tidaknya pengawasan, melainkan tumbuh sebagai budaya kerja yang melekat pada setiap aparatur. (jek)


