KETAPANG - Seratus pemuda Ketapang menegaskan semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar seremonial.
Mereka turun tangan, bukan sekadar berteriak—membuktikan nasionalisme lewat aksi nyata di Bakti Pemuda Nusantara.
Semangat itu tercermin pada pertemuan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ketapang bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bertajuk Bakti Pemuda Nusantara.
Pertemuan ini digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Aula Distanakbun, 27–28 Oktober 2025..
Sebanyak 100 muda-mudi dari beragam organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan komunitas relawan ikut ambil bagian.
Mereka datang dari PMKRI, STAI Al Haudl, PMII, dan sejumlah organisasi lain di bawah naungan KNPI Ketapang. Tema besar yang diusung: “Pemuda Tangguh, Nasionalis, dan Siap Bela Negara.”
Ketua Panitia, Fachrur Rizal, menjelaskan kegiatan ini didanai dari anggaran DIPA Dispora Ketapang dan dilaksanakan oleh KNPI.
“Rangkaian kegiatan mencakup seminar kepemudaan, upacara Hari Sumpah Pemuda, hingga pembagian 100 paket sembako untuk warga kurang mampu di Kecamatan Delta Pawan dan Benua Kayong,” ujarnya, Senin (27/10).
Menurut Fachrur, kegiatan ini menjadi bentuk antitesis terhadap sikap apatis sebagian generasi muda yang cenderung acuh terhadap pembangunan.
Bakti Pemuda Nusantara diharapkan menumbuhkan kesadaran baru tentang peran pemuda dalam membangun daerah, baik secara fisik maupun dalam peningkatan sumber daya manusia.
“Kita ingin mereka menjadi pionir dan duta perubahan. Ada 21 organisasi di bawah KNPI yang terus kita libatkan, agar semangat ini menular,” tambahnya.
Ia juga menyebut KNPI akan kembali menggelar kegiatan bertema kader bela negara bersama Danlanal pada awal November mendatang.
Fachrur menegaskan, peran pemuda tak bisa diremehkan.
“Banyak anak muda Ketapang yang sudah berprestasi di level nasional. Mereka bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda masih hidup—bukan hanya di buku sejarah, tapi di dada mereka yang mau berbuat.” (sri)


