Analis Warta Logo
BerandaEksekutifHealingLegislatifPeristiwaNasionalMBG
Berita TerkiniEksekutifHealingLegislatifPeristiwaNasionalMBGKMP
Beranda / Berita / Peristiwa / Sungai yang Berubah Wajah: PET...
Peristiwa

Sungai yang Berubah Wajah: PETI, Lanting, dan Arus Setoran di Kapuas Hulu

25 November 2025
3 menit membaca
Admin
Sungai yang Berubah Wajah: PETI, Lanting, dan Arus Setoran di Kapuas Hulu

Ratusan lanting penambang emas tanpa izin (PETI) berjejer di jalur Blaban–Nanga Ramut, Kecamatan Suhaid, Kapuas Hulu. FOTO : TANGKAP LAYAR VIDEO WARGA

Bagikan:

KAPUAS HULU — Pada sebuah Daerah Aliran Sungai (DAS) Ramut dan Batang Suhaid dahulu asri dan rimbun kini berubah wajah.

Di antara pepohonan yang tetap berdiri tenang, ratusan lanting penambang emas merapat rapat di tepian. Mengubah lorong hijau itu menjadi deretan mesin dan drum yang tak pernah benar-benar berhenti berdetak.

Ramut dan Batang Suhaid masuk dalam kawasan Desa Tanjung Kapuas dan Tanjung Harapan. Lebih tepatnya di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Perubahan lanskap sungai itu terbongkar dari laporan warga lokal. Sungai sungai yang selama ini mereka jaga, justru mengalir kabar tentang adanya dugaan arus uang dari aktivitas Penambang emas Tanpa Izin (PETI).

Sejumlah potongan video berdurasi singkat diterima analiswarta dari laporan warga tergambar aktivitas deretan lanting PETI di tepian sungai. Tepatnya sepanjang  lintasan sungai kawasan Blaban hingga Nanga Ramut.

“Ada ratusan set lanting PETI di jalur lintasan itu,” kata warga setempat, enggan menyebut nama.

Lanting adalah rakit kayu atau rakit berbahan drum yang digunakan sebagai platform kerja penambangan emas di sungai.

Adapun set lanting, sebutan warga lokal mengarah pada satu rakit lengkap dengan mesin sedot, alat pemisah material (sluice), drum, dan tenaga kerja yang mengoperasikannya.

Sumber analiswarta menyebut, sepanjang aliran sungai sekitar 220 set lanting berooperasi. Setiap lanting ada tarif yang harus dibayar oleh pemiliknya.

Nilainya juga tidak kecil. Kisara Rp 5 jutaan, meliputi biaya sewa lahan dari segelintir orang serta biaya harian untuk pengamanan.

Informasi ini berasal dari penuturan sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

“Dari Blaban sampai Nanga Ramut itu penuh, 220 set. Ada inkam per set, semua lewat orang-orang itu,” ujar seorang warga dengan nada hati-hati.

Meski demikian, hubungan antara lanting, pungutan dan para nama yang disebut warga masih menyelimuti sungai ini seperti kabut pagi.

Tidak semua pengakuan datang dengan keberanian terbuka. Banyak yang memilih berbicara lirih, seolah sungai itu sendiri turut mendengar.

Bagi sebagian operator lanting, kegiatan penambangan adalah sumber penghidupan satu-satunya. Mereka bekerja dari fajar hingga senja, menyisir dasar sungai demi serpihan emas yang mampu menopang keluarga.

Di tengah tekanan ekonomi, kabar mengenai setoran tambahan sering kali membuat mereka berada pada posisi serba sulit, antara bertahan atau menghentikan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan maupun kepolisian terkait dugaan pungutan yang beredar.

Di tengah lanskap Kapuas Hulu yang elok, kisah lanting-lanting ini menjadi pengingat bahwa di balik kesunyian air, selalu ada kehidupan yang bergerak.

Dan dalam setiap gerak itu, manusia berharap dapat mencari keseimbangan antara ekonomi, tradisi dan keadilan yang menyentuh semua pihak. (mas)

 

Tag:

Kapuas HuluLantingPenambangan EmasPETISungai KapuasEkonomi Sungai

Berita Terkait

1

Jalan Arteri Supadio Dipoles Lagi, Kolaborasi Pemkab Kubu Raya dan Balai PU Makin Solid

Peristiwa
27 November 2025
2

Pesan Walikota Pontianak, Pulanglah, Anak Sambas: Kota Menunggu Jenius-Jeniusnya

Peristiwa
22 November 2025
3

KUR BTN Bermasalah, Temuan BPK Subrogasi Melenceng dan Subsidi Bunga Kelebihan Bayar

Peristiwa
21 November 2025
4

Warga Protes Perluasan HGU PT Laot Bangko, DPR Desak Perusahaan Hentikan Parit Gajah

Peristiwa
20 November 2025
5

Sepekan Saham CITA Melemah dan Sentimen Negatif Mogok Kerja PT WHW

Peristiwa
17 November 2025
6

150 Pekerja WHW AR Ketapang Perpanjang Mogok Kerja Hingga 22 November

Peristiwa
16 November 2025
7

Pekan Peduli Orangutan di Ketapang: Lomba Pelajar dan Kisah Satwa yang Tak Bisa Pulang

Peristiwa
16 November 2025
8

Bea Cukai Kanwil Kalbagbar Amankan 30 Ton Bawang Bombay Ilegal

Peristiwa
13 November 2025
9

Ferry Baru di Sungai Bulan Diresmikan, Bupati Sujiwo: Kubu Raya Semakin Terkoneksi, Ekonomi akan Tumbuh

Peristiwa
13 November 2025
10

Jembatan Utama Kubu Raya Rusak Parah, Bupati Sujiwo Pastikan Pembangunan Ulang Tahun Depan

Peristiwa
13 November 2025

AnalisWarta Mobile

Membaca berita lebih cepat, mudah, dan interaktif dengan aplikasi AnalisWarta.

GET IT ON
Google Play
8:35
📶🔋
AnalisWarta Logo
AnalisWarta app screenshot

Beranda

Topik

Cari

Ikuti Kami

Analis Warta Logo

Analis Warta - Tempat informasi bertemu dengan analisis mendalam.

InstagramTikTok

Kategori

  • Berita Terkini
  • Eksekutif
  • Healing
  • Legislatif
  • Peristiwa
  • Nasional
  • MBG
  • KMP

Lainnya

  • Tentang Kami
  • Jasa Kami
  • Visi & Misi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami

Kontak

  • 085252506154
  • [email protected]

© 2025 Analis Warta. Hak Cipta Dilindungi.

Pedoman Media SiberKebijakan Privasi