Analis Warta Logo
BerandaEksekutifHealingLegislatifPeristiwaNasionalMBG
Berita TerkiniEksekutifHealingLegislatifPeristiwaNasionalMBGKMP
Beranda / Berita / MBG / Insentif Rp100 Ribu untuk Guru...
MBG

Insentif Rp100 Ribu untuk Guru Honorer, Program Makan Bergizi Picu Polemik, Disdik Ketapang Keberatan

3 Oktober 2025
9 menit membaca
Admin
Insentif Rp100 Ribu untuk Guru Honorer, Program Makan Bergizi Picu Polemik, Disdik Ketapang Keberatan

Ilustrasi

Bagikan:

KETAPANG - Surat edaran Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Dadan Hidayana, isinya mewajibkan guru honorer menjadi penanggung jawab distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, menuai pro-kontra.

Di balik insentif Rp100 ribu per hari, muncul kekhawatiran beban baru yang menggeser fungsi utama guru di ruang kelas.

Surat edaran bernomor 5/2025 itu terbit pada 29 September 2025. Isinya, setiap sekolah penerima manfaat MBG wajib menunjuk satu hingga tiga guru penanggung jawab (PIC) distribusi makanan bergizi. Penunjukan diprioritaskan bagi guru bantu dan honorer dengan sistem rotasi harian.

Sebagai kompensasi, pemerintah menetapkan insentif Rp100 ribu bagi setiap guru PIC sesuai jadwal yang ditentukan.

Dana ini dibebankan pada biaya operasional SPPG dan dicairkan setiap sepuluh hari sekali. Kepala sekolah bertugas mengatur rotasi dan memastikan pelaporan sesuai aturan.

Namun, kebijakan itu dipandang tak sederhana. Kepala Bagian Ketenagaan Dinas Pendidikan Ketapang, Yulianto, menilai program nasional memang perlu dukungan. Hanya saja, ia menyarankan distribusi MBG sebaiknya tidak melibatkan guru.

"Guru tugasnya mengajar di kelas agar tidak mengganggu prlayanan. Untuk pendistribusian bisa dilakukan tenaga kependidikan, TU, atau satpam," ujarnya, Kamis (2 /10/2025).

Suara keberatan juga datang dari kalangan guru. Nur Khalifah, guru honorer di salah satu SD di Ketapang, menganggap kebijakan ini berpotensi menambah beban tanpa kontrak resmi.

"Hanya satu sampai tiga guru honorer yang dipilih, tentu bisa menimbulkan ketidakadilan. Guru seharusnya mendidik, bukan mengurus distribusi makanan," katanya.

Ia menilai program MBG adalah wujud kewajiban negara menjamin hak pangan dan pendidikan anak. Tapi jika pelaksanaannya justru menimbulkan masalah baru, menurutnya kebijakan itu perlu ditinjau ulang.

 

Iklan

Tag:

Kepala BGNDadan Hidayanahonor MBG guruDinas Pendidikan Ketapang

Berita Terkait

1

Putri Wakil Ketua DPRD Punya 41 Dapur MBG, BGN: Jalan Terus

MBG
21 November 2025
2

BGN Rem Rem Mitra ‘Rakus Dapur’: Maksimal 10 SPPG

MBG
18 November 2025
3

Harga Telur Meroket, Kemendagri Sentil Empat Daerah di Kalbar, Alarm Dapur MBG

MBG
18 November 2025
4

Gubernur Ria Norsan Cek Dapur MBG Ketapang, Pastikan Higienis dan Bergizi untuk Pelajar

MBG
17 November 2025
5

Keterlambatan Makan Bergizi Gratis di Pati, SPPG Polresta Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total

MBG
5 November 2025
6

Portal Gizi Dibuka Lagi: BGN Sapu Bersih Mitra Tak Aktif

MBG
4 November 2025
7

Ratusan Siswa SMKN 1 Kandeman Mules Usai Santap Ayam Rica-rica

MBG
31 Oktober 2025
8

38,5 Juta Perut Terisi: Dapur MBG Kian Mengepul di Pelosok Negeri

MBG
30 Oktober 2025
9

Prabowo Perintahkan BGN Bagikan Sendok Gratis dan Cuci Tangan Nasional

MBG
24 Oktober 2025
10

Wabup Sukiryanto: Dapur Bergizi Harus Hadir di Tiap Desa, Termasuk Wilayah 3T

MBG
15 Oktober 2025

AnalisWarta Mobile

Membaca berita lebih cepat, mudah, dan interaktif dengan aplikasi AnalisWarta.

GET IT ON
Google Play
8:35
📶🔋
AnalisWarta Logo
AnalisWarta app screenshot

Beranda

Topik

Cari

Iklan

Ikuti Kami

Analis Warta Logo

Analis Warta - Tempat informasi bertemu dengan analisis mendalam.

InstagramTikTok

Kategori

  • Berita Terkini
  • Eksekutif
  • Healing
  • Legislatif
  • Peristiwa
  • Nasional
  • MBG
  • KMP

Lainnya

  • Tentang Kami
  • Jasa Kami
  • Visi & Misi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami

Kontak

  • 085252506154
  • [email protected]

© 2026 Analis Warta. Hak Cipta Dilindungi.

Pedoman Media SiberKebijakan Privasi