KUBU RAYA - Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kubu Raya secara resmi telah terbentuk setelah dilantiknya Pengurus Kabupaten masa bakti 2026-2030. Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto pu meminta jajaran FOBI Kubu Raya segera bergerak melakukan pembinaan pembinaan yang terarah sehingga melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga mampu menembus ajang olahraga ke level nasional. Pesan itu disampaikan Sukiryanto saat menghadiri Pelantikan Pengurus Kabupaten FOBI Kubu Raya Masa Bakti 2026-2030, di Halaman Warung Kopi Asiang, Kubu Raya, Selasa (22/9/2026) malam.
Menurut Wabup Sukiryanto, kehadiran FOBI di tingkat kabupaten menjadi momentum penting untuk mengembangkan barongsai secara lebih terarah. Ia berharap seluruh sasana dapat bersatu di bawah organisasi resmi sehingga pembinaan atlet berjalan lebih terstruktur.
“Sekarang (barongsai) Kabupaten Kubu Raya sudah mempunyai orang tua di bawah naungan FOBI Provinsi Kalimantan Barat. Ke depan mari kita dukung bersama-sama karena malam hari ini telah resmi menjadi suatu cabang olahraga sekaligus cabang budaya di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Wabup Sukiryanto.
Ia mengatakan, barongsai memiliki potensi lebih luas karena tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kubu Raya yang multietnis.
Sukiryanto menyebut terdapat 17 etnis yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih Kubu Raya. Keberagaman tersebut, menurut dia, dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan budaya sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat.
“Bahkan nanti saya ingin Disporapar mengadakan event dari 17 budaya yang ada di Kabupaten Kubu Raya ini. Kita berharap kebudayaan itu bisa melebur menjadi satu kekuatan,” katanya.
Menurut Wabup Sukiryanto, keberadaan Paguyuban Merah Putih juga memiliki peran dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Ia menilai komunikasi antartokoh menjadi salah satu kunci dalam meredam berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik.
“Yang besar kita kecilkan, yang kecil kita tiadakan. Itu adalah tugas para tokoh yang ada di Paguyuban Merah Putih. Itulah fungsinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukiryanto meminta FOBI Kubu Raya segera mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat. Ia menilai ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet menuju jenjang yang lebih tinggi.
Karena itu, ia meminta KONI Kubu Raya bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) serta seluruh cabang olahraga menyusun persiapan secara serius.
“Ini tentu kami minta kepada Ketua KONI beserta backup-nya adalah Disporapar kita harus juara di provinsi nanti. Ini adalah penyaringan untuk PON nanti,” tegasnya.
Sukiryanto juga mengingatkan agar keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi para atlet dan pengurus olahraga untuk berhenti berprestasi. Menurut dia, keberhasilan tidak semata-mata ditentukan besarnya dana, tetapi juga kemauan, kerja sama dan kesungguhan dalam mempersiapkan atlet.
“Anggaran itu sebenarnya tidak menjadi penentu. Tapi kemauan,” katanya.
Ia pun berharap pembentukan FOBI Kubu Raya menjadi titik awal bagi perkembangan barongsai yang lebih besar.
“Sekali lagi selamat kepada Bang Hendra beserta jajaran. Mudah-mudahan ini pemula kita untuk melesat. Dari melaju kita melesat sehingga FOBI Kubu Raya nanti bisa memberikan contoh kepada FOBI kabupaten/kota yang lainnya,” tutur Sukiryanto.
Sukiryanto menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap seluruh cabang olahraga mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi Porprov. Dengan kebersamaan dan dukungan seluruh pihak, ia berharap Kubu Raya mampu menunjukkan prestasi meski dalam keterbatasan anggaran.
“Persiapkan matang karena Porprov ini adalah kebanggaan dan kita target dengan nanti anggaran yang minimalis, kita bisa mendapat juara satu se-Kalimantan Barat. Amin,” katanya.
Katua FOBI Kubu Raya Hendra menyatakan pasca dilantik, FOBI Kubu berkomitmen menggelar berbagai event untuk memajukan olahraga barongsai di Kubu Raya.
"Ke depannya juga kami akan mengadakan acara. Kami mohon dukungan dari Pemkab dan lain-lainnya. Kami akan mengadakan perlombaan yang akan diselenggarakan di GAIA Mall, sebelum menuju Porprov nanti," ujar Hendra.
Menurutnya, event tersebut bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai ajang untuk mengukur kemampuan atlet Kubu Raya.
"Dan kami akan menakar beberapa atlet-atlet dari beberapa kabupaten, sehingga kita tahu apa kekurangan dari Kubu Raya itu sendiri, apa yang harus kita persiapkan ke depannya," tambahnya.
Penulis: Mahasiswi IAIN Pontianak, Zofia


