KAPUAS HULU -— Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau mencatat 4.454 paspor telah diterbitkan hingga November 2025.
Angka ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, seiring naiknya biaya paspor. Namun penurunan permohonan itu justru diikuti melonjaknya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Analis Keimigrasian Ahli Pertama, Kiagus Daffa Triandeda, mengatakan layanan jemput bola melalui Mobile Service masih menjadi motor penggerak utama penerbitan paspor.
Meski dihadapkan tantangan konektivitas dan akses perjalanan, dukungan jaringan Starlink membuat pelayanan tetap optimal.
Secara bulanan, distribusi penerbitan paspor stabil di angka 300–400 dokumen, dengan lonjakan pada periode libur panjang dan akhir tahun.
Paspor elektronik lima tahun menjadi jenis yang paling diminati, sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan dokumen perjalanan yang lebih modern. Rata-rata penerbitan mencapai 20-an paspor per hari atau lebih dari 100 per minggu.
Pada kategori layanan khusus, paspor wisata mendominasi dengan 2.758 dokumen. Paspor untuk Umrah tercatat 957 dokumen dan Haji 88 dokumen.
Sepanjang tahun ini, 99 pemohon menggunakan layanan percepatan, sementara layanan reguler mencapai 4.355 pemohon.
Kepala Kantor Imigrasi TPI III Putussibau, Uray Aliandri, menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan layanan mobile dan memperkuat aksesibilitas, terutama di wilayah 3T.
“Dengan inovasi dan peningkatan sarana pendukung, kami berupaya memberikan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan profesional,” ujarnya.
Imigrasi Putussibau memastikan peningkatan kualitas layanan dan pemanfaatan teknologi akan terus dilakukan demi mendukung mobilitas masyarakat serta memberikan kontribusi positif terhadap PNBP. (git)


