Beranda / Berita / Eksekutif / Agroforestri di KHDTK UNTAN Di...
Eksekutif

Agroforestri di KHDTK UNTAN Dimulai, Sasar Ekonomi Warga dan Penurunan Emisi

25 Januari 2026
2 menit membaca
Admin
Agroforestri di KHDTK UNTAN Dimulai, Sasar Ekonomi Warga dan Penurunan Emisi

Sosialisasi pembangunan agroforestry di KHDTK UNTAN, Dusun Sabar Menanti Sungai Serok, Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah. FOTO: HUMAS

Bagikan:

PONTIANAK- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai membangun agroforestri di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura (UNTAN), Dusun Sabar Menanti Sungai Serok, Desa Peniti Besar, Kabupaten Mempawah.

Program ini didanai Results-Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 periode 2014–2016 dan disalurkan melalui lembaga perantara Bentang Kalimantan Tangguh.

Kepala UPT KPH Mempawah, Usuluddin, menyebut agroforestri diarahkan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga sekitar.

Masyarakat dilibatkan langsung melalui pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai pengelola lahan dan pengembang komoditas unggulan.

Fakultas Kehutanan UNTAN, selaku pengelola KHDTK, menegaskan pendekatan agroforestri yang menggabungkan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.

Erianto, mewakili dekan, mengatakan model ini memungkinkan warga memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem.

Komoditas yang dikembangkan adalah kopi liberika dan serai wangi dengan target penanaman lima hektar, disertai pengembangan teknologi tepat guna.

Kegiatan berlangsung sejak Januari 2026 hingga 2027, diawali sosialisasi pada 19 Januari 2026. Pemerintah Desa Peniti Besar menyatakan dukungan dan membentuk KTH “Sabar Menanti” dengan pendampingan KPH dan Fakultas Kehutanan UNTAN.

Program ini menjadi bagian dari upaya Kalimantan Barat mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 60 persen.

KHDTK UNTAN diharapkan berfungsi sebagai ruang pembelajaran dan laboratorium aksi mitigasi-adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak.

Dukungan juga datang dari pelaku usaha kopi yang siap mendampingi pascapanen hingga pemasaran agar kopi liberika Peniti Besar memiliki daya saing.

Tag:

KHDTKKepala UPT KPH Mempawah