Beranda / Berita / Eksekutif / Maruarar Kucurkan Rp500 Juta u...
Eksekutif

Maruarar Kucurkan Rp500 Juta untuk Gereja Desa Kapur, Polemik Diklaim Selesai

3 Maret 2026
2 menit membaca
Admin
Maruarar Kucurkan Rp500 Juta untuk Gereja Desa Kapur, Polemik Diklaim Selesai

Menteri PKP Maruarar Sirait didampingi Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau lokasi pembangunan Gereja Santo Petrus dan Santo Paulus di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Senin (2/3/2025). FOTO; HUMAS

Bagikan:

KUBU RAYA - Kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ke Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya, berujung pada dua pesan: dukungan dana Rp500 juta untuk pembangunan Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus, serta penegasan bahwa polemik yang sempat muncul diklaim telah diselesaikan lewat dialog.

Maruarar datang ke lokasi pembangunan gereja di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Senin (2/3/2025), di sela agenda bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kalimantan Barat. Gereja tersebut masih dalam tahap perencanaan desain dan pengurusan perizinan.

Didampingi Bupati Kabupaten Kubu Raya Sujiwo, Maruarar meninjau langsung lokasi yang sebelumnya sempat menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Ia memuji langkah pemerintah daerah yang memilih pendekatan komunikasi.

“Saya yakin Pak Bupati bisa menjaga hubungan dengan semua kalangan. Kekuatan kita pada perbedaan,” ujar Maruarar.

Ia menegaskan, komunikasi dan saling menghargai menjadi kunci menjaga Indonesia sebagai bangsa majemuk.

Pemerintah pusat, kata dia, mendukung proses pembangunan sepanjang sesuai mekanisme.

Selain meninjau, Maruarar menyerahkan bantuan Rp500 juta kepada panitia pembangunan.

Bantuan itu disebut sebagai dukungan awal agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan lanjutan.

Bupati Sujiwo menegaskan pembangunan gereja tetap harus mengikuti prosedur. Ia meminta panitia segera menuntaskan perizinan agar pembangunan fisik bisa dimulai setelah administrasi rampung.

“Sedang berproses. Saya minta panitia segera urus izin. Tetap sesuai tahapan dan mekanisme,” kata Sujiwo.

Ia menyebut polemik sebelumnya sebagai miskomunikasi yang telah diluruskan melalui dialog lintas elemen.

Ia juga memastikan pemerintah daerah menjamin akses jalan menuju lokasi gereja dan siap bertanggung jawab jika terjadi kerusakan akibat aktivitas pembangunan.

Ketua panitia pembangunan, Pastor Jensi, mengatakan gereja dirancang berkapasitas 800 hingga 1.000 umat dengan estimasi biaya sekitar Rp10 miliar. Peletakan batu pertama ditargetkan Juli mendatang.

“Kami masih tahap desain dan pengurusan izin. Bantuan ini menjadi dana awal yang sangat membantu,” ujarnya.

Pembangunan Gereja Santo Petrus dan Santo Paulus di Desa Kapur kini memasuki fase administratif.

Dukungan dana pemerintah pusat, komitmen pemerintah daerah, dan penyelesaian polemik lewat dialog menjadi penentu apakah proyek rumah ibadah ini benar-benar berjalan tanpa gesekan lanjutan di Kabupaten Kubu Raya.

Tag:

Maruarar SiraitGereja Katolik Santo PetrusSanto PaulusKabupaten Kubu RayaSujiwo

Berita Terkait

AnalisWarta Mobile

Membaca berita lebih cepat, mudah, dan interaktif dengan aplikasi AnalisWarta.

Ikuti Kami