KETAPANG — Pemerintah Kabupaten Ketapang mengisi Safari Ramadan kedua dengan agenda yang jauh dari seremoni,Senin (23/2/2026).
Rombongan Pemkab mendatangi koperasi desa di Kecamatan Nanga Tayap sebelum bersilaturahmi dengan warga di Masjid Al-Khair, Dusun Sei Beliung, Desa Sepakat Jaya.
Alih-alih sekadar kunjungan simbolik, pemerintah memilih melihat langsung denyut ekonomi warga. Koperasi desa menjadi titik awal.
Di sana, pemerintah berdialog dengan pengelola dan anggota koperasi, mendengar tantangan usaha, serta mengecek sejauh mana program pemberdayaan berjalan di lapangan.
Bagi Pemkab, koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, melainkan instrumen ekonomi rakyat yang menentukan daya tahan masyarakat desa.
Karena itu, kunjungan ini dimaksudkan untuk memastikan penguatan ekonomi lokal tidak berhenti di atas kertas.
Selepas dari koperasi, agenda dilanjutkan ke Masjid Al-Khair. Tidak ada panggung besar.
Safari Ramadaan dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan yang cair—tempat pemerintah dan warga duduk setara, berbuka puasa bersama, dan berbincang tentang persoalan sehari-hari.
Bupati Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan rutinitas tahunan yang berakhir pada foto dan laporan kegiatan.
Menurutnya, momentum ini penting untuk menjaga kekompakan sosial dan memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan warga.
“Yang dibutuhkan bukan hanya program, tapi kebersamaan dan gotong royong,” kata Alexander di hadapan warga.
Dialog singkat, doa bersama, dan suasana akrab menutup rangkaian kegiatan.
Pemerintah daerah berharap pendekatan semacam ini dapat memperkuat kepercayaan publik dan memastikan pembangunan di Kabupaten Ketapang berjalan lebih adil dan merata.(sri)


