KUBU RAYA - Suasana ceria mewarnai ruang Lab IPA SMPN 2 Rasau Jaya, Jumat (7/11/2025). Siswa kelas 7B tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi bertema “Menebar Empati, Merajut Kepedulian, Menumbuhkan Solidaritas” yang dikemas secara interaktif dan menggembirakan.
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai empati, kepedulian, dan solidaritas sejak dini. Dengan pendekatan yang ringan dan partisipatif, para fasilitator mengajak siswa memahami pentingnya memiliki kepekaan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dibuka dengan doa bersama dan perkenalan, disusul permainan mini untuk melatih fokus peserta. Sejak awal kegiatan, suasana akrab dan penuh semangat tercipta di antara siswa, membuat mereka lebih terbuka mengikuti setiap sesi.
Pada sesi pertama, fasilitator menyampaikan materi tentang empati kemampuan memahami dan merasakan perasaan orang lain. Usai pemaparan, siswa diajak bermain tebak ekspresi, permainan yang melatih mereka mengenali emosi dari raut wajah teman-temannya.
Memasuki sesi kedua, tema kepedulian diangkat melalui diskusi dan simulasi situasi sosial. Para siswa diminta menebak tindakan yang tepat dalam berbagai kondisi sehari-hari, sehingga mereka belajar menempatkan diri dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.
Sesi ketiga membahas makna solidaritas. Melalui cerita dan dialog ringan, para siswa diajak memahami bahwa solidaritas bukan sekadar membantu, melainkan juga bekerja sama dan saling mendukung. Kegiatan ditutup dengan kuis seru seputar tiga nilai utama empati, kepedulian, dan solidaritas yang mengasah daya ingat sekaligus memperkuat pemahaman mereka.
Salah satu siswi kelas 7B, Maura Rahma Wati, mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut.
“Sosialisasi hari ini seru banget. Kakak-kakaknya baik, seru, dan ngasih hadiah gantungan kunci juga,” ujarnya dengan senyum lebar.
Melalui kegiatan edukatif dan menyenangkan ini, SMPN 2 Rasau Jaya berharap nilai-nilai empati, kepedulian, dan solidaritas tidak berhenti di ruang kelas, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri para siswa. Dengan begitu, mereka bukan hanya menjadi generasi cerdas, tetapi juga generasi yang peka dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. (pia)


