KETAPANG - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, melonjak tajam.
Hingga 25 Agustus 2025, tercatat 44 kasus, menjadikannya kecamatan dengan angka tertinggi dibanding wilayah lain.
Seorang anak perempuan di Kecamatan Delta Pawan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit setelah dinyatakan positif DBD.
Informasi ini dibenarkan warga setempat, Nanda, yang menyebut anak temannya dirawat sejak malam sebelumnya.
“Kemarin malam masuk rumah sakit karena DBD,” kata Nanda, Rabu (28/8/2025).
Data resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang per 25 Agustus 2025 dirilis laman Instagram, Kecamatan Delta Pawan berada di posisi puncak kasus DBD dengan 44 kasus.
Posisi kedua dan ketiga ditempati Kecamatan Benua Kayong dan Matan Hilir Selatan yang sama-sama mencatat 8 kasus.
Meningkatnya angka ini membuat pihak Puskesmas Kedondong angkat bicara.
Plt UPTD Kepala Puskesmas Kedondong, Ryan Borneowanto, mengimbau masyarakat untuk serius melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pola 3M Plus.
“Saran saya, untuk mengantisipasi DBD, masyarakat harus care dengan PSN, lakukan 3M Plus,” tegas Ryan, Rabu (28/8/2025).
Ia merinci, 3M Plus meliputi:
· Menguras: Membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, atau ember secara rutin.
· Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak berkembang biak.
· Mengubur: Mengubur atau memanfaatkan barang bekas yang bisa menampung air seperti kaleng, botol, atau ban bekas.
Sementara langkah “Plus” meliputi menaburkan abate pada tempat yang sulit dikuras, memelihara ikan pemakan jentik di kolam, memasang kawat kasa pada jendela, menggunakan kelambu saat tidur, serta memakai obat anti nyamuk. (sri)


