KETAPANG – PT Agrolestari Mandiri memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Sistem ini menggunakan kamera pemantau atau CCTV yang mampu mengenali indikasi asap dan api secara real time hingga jarak 17 kilometer.
Teknologi tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem deteksi dini karhutla menjelang musim kemarau 2026.
Sistem AI melengkapi pemantauan hotspot berbasis satelit yang selama ini digunakan perusahaan untuk memantau potensi kebakaran.
Dengan kemampuan mendeteksi asap dan api secara langsung, proses identifikasi dan verifikasi titik rawan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sehingga mempercepat respons tim di lapangan.
Penggunaan teknologi ini menjadi salah satu strategi pencegahan karhutla yang diterapkan PT Agrolestari Mandiri, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food.
Selain pemantauan berbasis AI dan satelit, perusahaan juga memperkuat patroli rutin, pembinaan Masyarakat Siaga Api (MSA), serta kesiapan personel dan peralatan pemadaman.
Upaya tersebut ditegaskan dalam Apel Siaga Pencegahan Karhutla yang digelar di Ketapang pada Kamis, 12 Juni 2026.
Sebanyak 250 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan perusahaan mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Menurut dia, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran.
"Karhutla bukan hanya menjadi urusan pemerintah atau BPBD. Pencegahan membutuhkan keterlibatan semua pihak," kata Yunifar.
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang, Rudi Windra Darisman, menilai sistem peringatan dini dan deteksi dini menjadi kunci pencegahan karhutla. Semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin besar peluang mencegah api meluas.
"Langkah pencegahan yang paling efektif adalah memperkuat sistem peringatan dini dan deteksi dini," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pemangku kepentingan juga menandatangani komitmen bersama pencegahan karhutla.
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Ketapang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pembukaan Lahan dengan Pembakaran Terkendali untuk Kearifan Lokal serta simulasi penanganan karhutla oleh Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat perusahaan.
CEO Perkebunan Sinar Mas (PSM) 7, Bonny Wijaya, mengatakan teknologi dapat membantu mempercepat deteksi risiko kebakaran.
Namun, efektivitas pencegahan tetap bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Menurut Bonny, kombinasi teknologi pemantauan, kesiapsiagaan di lapangan, dan kerja sama lintas pihak menjadi langkah penting untuk memastikan potensi kebakaran dapat dikenali dan ditangani sebelum berkembang menjadi bencana. (git)


