PONTIANAK - Dari pesisir selatan Kalimantan Barat, sebuah harapan ekonomi baru tengah tumbuh.
Pulau Penebang, gugusan kecil di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, kini bersiap menjadi episentrum industri besar.
Di sana, pembangunan smelter bauksit mulai berjalan. Proyek ini digarap PT Dharma Inti Bersama (DIB). Telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dasar hukumnya tertuang dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, diperkuat oleh Peraturan Menko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Pulau Penebang lokasinya jauh dari pemukiman warga. Sekitar lima mil laut dari tiga dusun terdekat: Dusun Raya, Dusun Jaya, dan Dusun Kelawar.
Namun, gema pembangunannya terasa luas. Pulau Penebang diyakini akan menjadi poros ekonomi baru Kalimantan Barat.
Simbol Hilirisasi, Mesin Ekonomi
Ketua DPRD Kalbar, Aloysius, optimisti kehadiran smelter akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Investasi besar berdampak luas. Ekonomi tumbuh, lapangan kerja terbuka, pembangunan bergerak,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, smelter ini bukan sekadar proyek industri. Tapi simbol hilirisasi. Bauksit tak lagi diekspor mentah. Namun diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.
Efeknya bisa berantai: muncul sektor pendukung, naiknya pendapatan daerah, dan bertambahnya peluang kerja. Namun Aloysius menegaskan, tenaga kerja lokal tak boleh hanya jadi penonton.
“Masyarakat Kalbar mampu. Tenaga luar hanya untuk posisi teknis,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya infrastruktur penunjang jalan, pelabuhan, listrik, dan air bersih, agar proyek benar-benar memberi manfaat nyata.
“DPRD akan mengawal agar proyek berjalan sesuai jadwal,” tegasnya.
Momentum Kemajuan Kalbar
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyebut pembangunan smelter ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan langkah strategis pemerataan kesejahteraan di wilayah kepulauan.
“Ini pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kalbar,” ujarnya.
Pemprov, kata Norsan, mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo dalam mempercepat PSN tersebut.
“Smelter ini sejalan dengan visi Kalbar: pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan kemandirian industri,” tambahnya.
Pemerintah provinsi kini tengah menyiapkan infrastruktur pendukung: akses laut, jaringan listrik, dan komunikasi.
Perguruan tinggi lokal juga dilibatkan untuk menyiapkan SDM terampil, Agar masyarakat sekitar tidak sekadar menjadi penonton pembangunan.
“Kita ingin masyarakat lokal jadi pelaku utama,” tegas Norsan.
Ia pun menyakini Pulau Penebang akan tumbuh sebagai kawasan industri modern, hijau, dan inklusif.
“Kita sedang menuju babak baru. Pulau Penebang akan jadi simbol kemajuan itu,” katanya.
Efek Domino Kemajuan Daerah
Pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura, Andy Kuriniawan Bong, menilai kehadiran smelter akan menciptakan efek domino yang kuat.
“Kalau industri tumbuh, ekonomi berputar. Lapangan kerja terbuka. PDRB naik,” ujarnya.
Menurut Andy, dampak PSN itu akan merembet ke berbagai sektor: logistik, transportasi, kuliner, perhotelan, hingga bahan bangunan.
“Kalau sinerginya kuat, manfaatnya tak berhenti di industri besar,” katanya.
Namun Andy juga mengingatkan, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kesiapan SDM lokal.
“Latih anak-anak daerah sejak sekarang. Sesuaikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Jangan kalah di kandang sendiri,” pesannya.
Ia juga mendorong adanya peta kebutuhan tenaga kerja dan kolaborasi kuat antara dunia usaha dan dunia pendidikan.
“Smelter Pulau Penebang bukan hanya investasi industri, tapi ujian apakah Kalbar siap naik kelas,” tegasnya.
PT DIB sendiri telah menunjukkan komitmen sosialnya lewat program pemberdayaan nelayan, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, dan program tali asih bagi warga sekitar.
“Pembangunan sejati adalah ketika rakyat ikut tumbuh bersama,” tutup Andy.
Jika dikelola dengan bijak, Pulau Penebang bisa menjadi titik balik perekonomian Kalimantan Barat.
Dari pulau pesisir yang dulu sunyi, kini Pula Penebang bersiap menjelma menjadi kawasan industri modern menggerakkan ekonomi, membuka harapan, dan menyejahterakan masyarakat.(git)


