Beranda / Berita / Politik / Pontianak Targetkan Angka Stun...
Politik

Pontianak Targetkan Angka Stunting di Bawah 10 Persen pada Tahun 2026: Libatkan Lintas Sektor dan Intervensi Sejak Kehamilan

27 Juni 2025
3 menit membaca
Admin
Pontianak Targetkan Angka Stunting di Bawah 10 Persen pada Tahun 2026: Libatkan Lintas Sektor dan Intervensi Sejak Kehamilan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Pontianak di Hotel Harris, Kamis (26/6/2025

Bagikan:

PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menunjukkan komitmen serius dalam memerangi stunting dengan menargetkan penurunan angka hingga di bawah 10 persen pada tahun 2026.

Target ambisius ini akan dicapai melalui intensifikasi upaya percepatan penurunan stunting yang melibatkan koordinasi lintas sektor, survei lapangan, serta pemberian bantuan gizi kepada ibu hamil dan balita.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Pontianak terus bergerak aktif melakukan pendataan dan intervensi langsung di lapangan.

Salah satu langkah penting adalah melakukan survei untuk mendapatkan data valid tentang ibu hamil dan balita yang bergejala stunting.

Edi Kamtono menjelaskan bahwa Pontianak sebenarnya telah berhasil menurunkan angka stunting menjadi 16,4 persen pada tahun 2023.

Namun, dengan indikator baru secara nasional, angka tersebut kembali naik menjadi 22,3 persen. "Maka dari itu, kita ingin tekan lagi hingga di bawah 10 persen pada 2026,” tegas Edi usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) TP3S Kota Pontianak di Hotel Harris, Kamis (26/6/2025).

Wali Kota Edi menekankan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Ia menyoroti pentingnya kesadaran orang tua, terutama ibu hamil, dalam menjaga kesehatan dan asupan gizi.

Ia juga menyoroti kasus kehamilan yang tidak direncanakan atau karena faktor kemiskinan, yang seringkali menyebabkan kehamilan tidak terjaga dengan baik dan berisiko tinggi terhadap stunting.

Beberapa faktor penyebab stunting juga berasal dari pola makan ibu hamil yang tidak memadai, seperti mual hebat atau mengidam berlebihan.

Untuk mengatasi ini, Pemkot Pontianak terus berupaya menyediakan bantuan makanan bergizi bagi kelompok rentan.

"Bantuan makanan bergizi sudah berjalan, tinggal kita lihat datanya. Saya akan minta data berapa jumlah ibu hamil yang sudah mendapatkan bantuan,” ujar Edi.

Edi Kamtono juga menyoroti pentingnya pemahaman menyeluruh tentang stunting, yang seringkali hanya dilihat dari ciri fisik seperti tinggi badan di bawah rata-rata. Padahal, stunting bisa disebabkan oleh faktor psikologis dan bawaan sejak lahir.

"Kita perlu data yang benar-benar valid untuk memetakan kondisi sesungguhnya,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurangnya asupan gizi dan infeksi kronis, dengan masa paling rawan terjadi selama seribu hari pertama kehidupan anak, mulai dari dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Sinergi antar instansi dan elemen masyarakat juga menjadi kunci. Edi menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dalam mengenali potensi stunting di lingkungan sekitar.

 "Bisa saja tetangga kita, bahkan cucu kita sendiri, mengalami stunting tapi kita tidak sadar. Ini yang harus jadi perhatian bersama,” terangnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP2KBP3A Kota Pontianak, Ismail, menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan untuk menyatukan komitmen dan langkah strategis antar pemangku kepentingan.

 Selain itu, rapat ini juga menjadi wadah evaluasi program, identifikasi kendala, dan penyepakatan aksi bersama yang lebih terarah.

"Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terjadi sinergi antar sektor, mulai dari analisis situasi, penguatan perencanaan, hingga evaluasi pelaksanaan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting secara komprehensif,” pungkas Ismail. (Prokopim)

 

Tag:

StuntingKota PontianakLibatkan Lintas SektorWali Kota PontianakEdi Rusdi Kamtono