JAKARTA - Kalimantan Barat tidak datang untuk sekadar pamer di INACRAFT 2026. Ketua Dekranasda Kalbar, Erlina Ria Norsan, menegaskan targetnya jelas: menaikkan daya saing produk kriya Kalbar agar tembus pasar nasional dan global.
Erlina menghadiri pembukaan INACRAFT 2026 di Jakarta Convention Center, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia datang bersama seluruh Ketua Dekranasda dari 14 kabupaten/kota di Kalbar dan dinas teknis terkait. Langkah ini disebut sebagai upaya menyatukan pembinaan, bukan seremoni.
“Ini momentum evaluasi kualitas produk, bukan sekadar hadir,” kata Erlina.
INACRAFT 2026 mengusung tema Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft.
Pemerintah menempatkan perempuan sebagai penggerak utama industri kriya. Data BPS 2025 menunjukkan subsektor fashion dan kriya masih mendominasi ekspor ekonomi kreatif Indonesia, dengan nilai lebih dari USD 28 miliar.
Bagi Kalbar, ajang ini dimanfaatkan sebagai etalase sekaligus uji pasar. Dekranasda Kalbar menampilkan Tenun Ikat Sintang, Tenun Sidan Kapuas Hulu, kain tenun Sambas, anyaman, manik-manik, hingga ketoro—produk yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi pengrajin daerah.
Erlina menekankan peningkatan standar mutu sebagai kunci. Targetnya bukan hanya laku, tetapi berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi keluarga pengrajin.
“Kualitas harus naik kalau ingin bersaing,” ujarnya.
Kehadiran ASEPHI dan jaringan pelaku industri dinilai membuka peluang akses pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah, kata Erlina, akan terus mendorong UKM agar naik kelas dan tidak berhenti di pasar lokal. (del)


