Beranda / Berita / Politik / Dinas Pendidikan Ketapang Teka...
Politik

Dinas Pendidikan Ketapang Tekankan Sekolah Cermat dalam Pelaporan Dana BOSP 2025

30 Juni 2025
2 menit membaca
Admin
Dinas Pendidikan Ketapang Tekankan Sekolah Cermat dalam Pelaporan Dana BOSP 2025

Rapat Rekonsiliasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau BOSP tahap I, tahun ajaran 2025 digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, pada Minggu (30/6/2025). (Istimewa)

Bagikan:

KETAPANG – Rapat Rekonsiliasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau BOSP tahap I, tahun ajaran 2025 digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, pada Minggu (30/6/2025) di aula dinas.

Acara ini dihadiri oleh puluhan perwakilan SMP dengan fokus utama pada pentingnya perencanaan keuangan sekolah yang akurat, melalui Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) yang kini terintegrasi dengan Sistem Informasi Pengelolaan Dana (SIPD).

Kegiatan rekonsiliasi ini menjadi forum krusial bagi sekolah, khususnya jenjang SMP, untuk menyamakan pemahaman terkait pelaporan keuangan menggunakan ARKAS.

Suparwan, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa ARKAS kini terhubung langsung dengan SIPD.

Oleh karena itu, sekolah diimbau untuk benar-benar merancang anggaran secara matang sejak awal.

“Petugas di sekolah jangan terus-menerus menghapus Buku Kas Umum (BKU). Sekarang laporan belanja modal dicatat tiap bulan,” ucapnya.

“Jadi, BKU harus ditutup tiap bulan agar data valid dan tidak menimbulkan masalah kemudian hari,” tegas Suparwan.

Kepala Bidang SMP, Lusia Budi Suswanti, turut menyoroti pentingnya memasukkan pembelajaran Coding dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam perencanaan anggaran sekolah.

Ia menyebutkan bahwa kedua mata pelajaran tersebut telah menjadi pilihan yang mulai diimplementasikan di sejumlah sekolah.

“Pelatihan AI dan Coding dilakukan oleh pihak ketiga, yaitu Yayasan Yale. Maka dalam bukti transfer, harus ada rincian anggaran yang jelas. Perencanaannya juga wajib disahkan hari ini melalui ARKAS,” ungkap Lusia.

Dengan adanya integrasi sistem ARKAS dan SIPD, serta masuknya mata pelajaran pilihan seperti AI dan Coding, para guru dan tenaga administrasi sekolah diharapkan semakin cermat dalam menyusun perencanaan dan pelaporan dana BOSP.

Ketelitian dan kedisiplinan dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci keberhasilan pendidikan yang transparan dan akuntabel di Kabupaten Ketapang.(sri)

Tag:

Dinas Pendidikan Kabupaten KetapangBOSPARKAS