KETAPANG - Bupati Kabupaten Ketapang Alexander Wilyo menghadiri ritual adat Membayar Niat Bantan Puja Disejumpung Kalin Duduk Sepulau Kalimantan Akaran Sarang Membuluh di Desa Membuluh Baru, Kecamatan Air Upas, 31 Januari 2026.
Di forum adat itu, Alex menegaskan pembangunan daerah tak bisa jalan sendiri-sendiri.
Menurut Alex, adat dan budaya bukan sekadar simbol, melainkan fondasi kebersamaan masyarakat Ketapang yang majemuk.
“Perbedaan harus dirawat sebagai kekuatan,” kata dia. Nilai gotong royong dalam tradisi adat, lanjut Alex, perlu dijaga karena menjadi penopang pembangunan.
Alex juga menyinggung pembangunan infrastruktur dasar—jalan, jembatan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga air bersih—yang menurutnya hanya bisa diwujudkan lewat kolaborasi semua pihak.
Ia mengajak DPRD Kalimantan Barat, pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat untuk bersinergi membangun Ketapang secara berkeadilan.
Camat Air Upas Samson Nopen menyebut kegiatan adat tersebut sebagai wujud pelestarian budaya yang diwariskan turun-temurun.
Selain pemenuhan niat adat, ritual ini menjadi ruang memperkuat persatuan dan saling menghormati antarwarga.
Acara ditutup dengan makan adat bersama. Bagi masyarakat setempat, itu bukan seremoni penutup, melainkan simbol persaudaraan dan rasa syukur. (sri)


