PONTIANAK - Bupati Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Alexander Wilyo tak sekadar beretorika soal perlindungan pekerja.
Data, regulasi, dan inovasi yang ia sodorkan membuat Ketapang keluar sebagai juara pertama Paritrana Award 2025 tingkat Kalimantan Barat.
Penghargaan bergengsi di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan itu diumumkan dalam acara penganugerahan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (24/9/2025).
Capaian ini merupakan hasil seleksi ketat, termasuk paparan Alexander bersama tim di hadapan Tim Sembilan pada akhir Juli lalu.
Dalam presentasinya, Alexander menekankan komitmen Ketapang memperluas cakupan perlindungan bagi tenaga kerja, baik pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah, termasuk kelompok rentan dan informal.
Data tahun 2024 menunjukkan lonjakan signifikan. Jumlah pekerja penerima upah meningkat menjadi 80.101 orang dari 71.405 pada 2023.
Pekerja bukan penerima upah naik menjadi 42.217 orang dari sebelumnya 29.647. Cakupan perlindungan pun terkerek dari 55,69 persen menjadi 68,02 persen.
Ketapang juga menerbitkan regulasi pendukung, antara lain Perbup Nomor 4 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 83 Tahun 2023.
Tak hanya itu, pemerintah daerah mengalokasikan Rp4,3 miliar untuk menjamin 34.400 pekerja rentan pada 2024, melonjak 120 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan bagi pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat Ketapang. Kami berkomitmen memperluas perlindungan, termasuk di sektor informal dan desa,” ujar Alexander. (sri)


